Greatest Way To Your Death

                Berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya yang cenderung bersifat humor dan dibuat dalam keadaan agak stress, Artikel berjudul 'Greatest Way to Your Death' ini admin buat dalam keadaan yang relaks dan tenang. Ide darimana? Inspirasi muncul secara tiba-tiba saat tengah terdiam santai di tempat pembuangan, haha. Balik ke topik ...
 Tulisan ini cukup serius dan hampir tanpa humor sedikitpun, lebih ke tips dan nasihat yang sesungguhnya, sedikit lebih maksa namun tetap ada hubungannya dengan Anime dan Manga. Sangat cocok buat kamu yang merasa ingin mati karena banyak masalah. Haha, tapi sebenarnya tulisan ini cocok untuk siapa saja, selama ia yakin kalau suatu hari nanti ia akan meningal. Cakedot :

Greatest Way to Your Death

                Sebagian orang yang pasrah berpendapat bahwa masalah dapat mereka hancurkan dengan menghancurkan diri mereka sendiri. Benarkah bahwa membunuh diri sendiri dapat menyelesaikan semua masalahmu? Hanya orang super egois yang akan menjawab 'Iya' sementara yang lainnya dengan tekad yang bulat menolak mentah-mentah. Dengan bunuh diri, kesempatan untuk hidup secara damai diingatan masyarakat akan menghilang untuk selama-lamanya.

                Ketika ragamu meninggal, kenanganmu tetap hidup di hati orang-orang, ingat itu. Untuk itu, buatlah kenangan sebaik-baiknya. Dan sebagai penutup, matilah dengan cara yang benar. Semua kenangan yang indah tentangmu akan menghilang dengan cepat jika finishing (dibaca : Cara Mati) yang kamu lakukan salah.

                Sebagai contoh, Sakumo hatake telah mengumpulkan kenangan indah selama hidupnya, namanya bahkan menjadi legenda. Namun akibat kebaikan yang dianggap orang sebagai kelalaian, kenangan indah tentang dirinya berkurang. BERKURANG, berkurang bukan berarti habis sama sekali. Meskipun banyak orang mencemoohnya, image baik tentangnya masih tetap melekat di hati beberapa orang, mungkin anaknya termasuk. Tetapi, semuanya hilang bukan hanya berkurang setelah ia melakukan hal terbodoh dalam hidupnya, bunuh diri.

                Bukan hanya kenangan jelek yang terus bertambah akibat image pengecut yang lari dari masalah. Kenangan akan ayah yang baik juga menghilang dari anak kandungnya. Bukan hanya anak, mungkin tak ada lagi warga Konoha yang menyimpan kenangan indah tentangnya. Sungguh ironis, tertekan akibat malu dicibir  dan malah menambah hal yang lebih memalukan lagi. Seandainya ia mati secara terhormat, sedikit tidaknya respect masyarakat akan kembali dengan segera.

                Untungnya, beberapa waktu berlalu dan sepertinya kenangan indah tentangnya perlahan muncul. Namanya kembali dianggap sebagai legenda yang bahkan lebih kuat dari Legenda Sannin sekalipun. Tapi ingat, Itu keberuntungan yang membutuhkan proses panjang. Jangan pernah berharap nasibmu akan sama dengannya. Bunuh diri, semakin dihina, namun pada akhirnya menjadi legenda kembali, NO Way! It's  just a Luck.

                Lalu bagaimanakah Finishing yang benar? Sandaime dan Yondaime Hokage adalah contoh yang tepat. Yondaime Hokage mati di Usia yang relatif muda dengan mengorbankan dirinya sendiri. (Bedakan antara mengorbankan diri demi Desa dengan Bunuh Diri) Yondaime semasa mudanya meninggalkan kenangan yang baik untuk orang di sekitar. Ditambah dengan a Great Finishing, kenangan hebat akan dirinya semakin bertambah. Bisa dibayangkan berapa banyak warga Konoha yang memuja namanya.

                Sandaime Hokage. Ia baik hati dan usianya jauh lebih tua dari Minato, tentunya kenangan indah tentang dirinya juga lebih dan lebih ditambah setelah ia mengorbankan nyawa demi menjaga Konoha dari serangan sang murid tercinta, Orochimaru.

                Cukup satu contoh untuk permulaan yang baik namun dengan finishing yang salah dan dua contoh dengan permulaan dan finishing yang benar. Lalu, apa yang terjadi jika kita melakukan permulaan yang salah namun dengan finishing yang benar? Ambil Nagato dan Uchiha Itachi sebagai contoh. Berakhir Happy Ending meskipun kejahatan yang mereka buat lebih kejam dari apapun yang ada di Dunia nyata bukan? Itu sedikit membuktikan bahwa cara meninggal cukup menentukan bagaimana kenangan tentangmu hidup di hati masyarakat (Tetapi bukan berarti permulaan tidak penting).

                Nah, bagaimana dengan anda? Sudahkah anda merencanakan bagaimana nantinya anda akan meninggal? Mati cepat akibat ledakan Bom atau mati perlahan karena petasan? Mati dengan menyandang nama bangsa atau mati dikeroyok masa akibat kepergok nyolong jemuran? Mati akibat serangan jantung atau mati karna kudisan? It's Up to You and the God.


StumpleUpon DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google Twitter FaceBook

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Copyright 2011 Metal Blogspot - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore