Aluminium: Dulu Lebih Berharga Dari Emas

aluminum person 150x150 Aluminium: Dulu Lebih Berharga dari EmasAluminium adalah logam berwarna keperakan, mempunyai simbol Al dengan nomor atom 13.
Aluminium merupakan logam paling berlimpah yang terdapat pada kerak bumi dan elemen ketiga terbanyak setelah oksigen dan silikon.
Aluminium terlalu reaktif sehingga tidak dapat ditemukan dalam unsur murninya di alam. Aluminium selalu bersenyawa dengan lebih dari 270 mineral lainnya. Sumber utama (bijih aluminium) disebut bauksit.
Aluminium adalah logam ringan dan anti karat. Itu sebab, logam ini banyak digunakan di industri penerbangan dan berperan penting pula di sektor lain seperti transportasi maupun konstruksi.
Aluminium pertama kali diproduksi pada 1825 oleh Hans Christian Orsted, seorang ilmuwan fisika dari Denmark. Namun Hall dan Heroult lah yang berhasil menemukan proses untuk memproduksi aluminium secara murah.
Sebelum proses Hall-Heroult diperkenalkan, aluminium mempunyai nilai lebih tinggi dari emas. Diperlukan ongkos yang begitu tinggi untuk mengekstrak aluminium. Begitu tingginya nilai aluminium, Napoleon III bahkan menjamu tamu-tamu pentingnya dengan alat makan dari aluminium, bukan emas.
Meski aluminium melimpah di kerak bumi, namun umumnya terdapat pada jumlah yang tidak ekonomis untuk ditambang. Tambang aluminium antara lain terdapat di Ghana, Indonesia, Rusia, dan Suriname. Sedang fasilitas pengolahan terdapat di Australia, Brazil, Canada, Norwegia, Rusia, dan Amerika Serikat.
Aluminium 100% dapat didaur ulang tanpa kehilangan kualitas asalnya. Daur ulang aluminium telah menjadi satu industri yang mapan, terutama setelah tahun 1960an seiring penggunaaan aluminium sebagai kemasan minuman ringan,
Daur ulang aluminium hanya memerlukan energi 5% dari energi yang diperlukan untuk memproduksi aluminium dari bauksit. Di Eropa, tingkat daur ulang aluminium menunjukkan angka signifikan dengan 42% kaleng minuman, 85% bahan bangunan, dan 95% alat transportasi mengalami daur ulang.
Fakta-fakta mengenai aluminium:
  • Setiap menit, setiap harinya, rata-rata 123 ribu kaleng minuman aluminium didaur ulang.
  • Sejak 1972, kira-kira 660 milyar kaleng minuman aluminium telah didaur ulang.
  • Rata-rata waktu hidup sebuah kaleng minuman aluminium adalah 6 minggu, termasuk waktu ketika pertama diproduksi, diisi, dijual, didaur ulang, dan kembali diproduksi.
  • Mendaur ulang aluminium dapat menghemat energi yang setara untuk menyalakan lampu 100 watt selama 4 jam atau untuk menonton TV selama 3 jam.
  • Tahun 1884, produksi total aluminium di AS hanya berkisar 65 kg.
  • Empat ton bauksit dapat memproduksi 1 ton aluminium, cukup untuk membuat 60 ribu kaleng minuman atau kerangka untuk 7 mobil.


StumpleUpon DiggIt! Del.icio.us Blinklist Yahoo Furl Technorati Simpy Spurl Reddit Google Twitter FaceBook

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Copyright 2011 Metal Blogspot - Template by Kautau Dot Com - Editor premium idwebstore